Kesultanan Bintan Bakal Gelar Kajian Ilmiah “Sejarah Dan Masa Depan Kesultanan Bintan”
Jakarta,- Menjejaki sejarah kesultanan Melayu nusantara memang asyik dan menarik. Karena kejayaan Islam terletak di era dulu kala Melayu Raya (sebutan untuk nusantara) berada dalam bingkai kesultanan-kesultanan. Rangkaian ini akan digelar dalam acara diskusi bermutu yang digelar Kesultanan Bintan Darul Masyhur pada Hari Jumat, tanggal 25 November 2022 mendatang. Acara itu berjudul “Mengakaji Sejarah dan Masa Depan Kesultanan Bintan.”
Kajian ini pun bisa dibilang skala internasional. Pembicara yang hadir dari berbagai daerah. Dato’ Rida K. Liamsi, sejarawan Melayu yang sangat terkenal, tampil sebagai salah satu pembicara pembukanya. Kemudian pembicara kedua adalah Ustadz Umar Azmon Amirhasan, tokoh Islam dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dan yang ketiga hadir Irawan Santoso Shiddiq, seorang cendikiawan muslim dari Jakarta. Turut memberi kata sambutan, rencananya adalah Dato’ Abdurrahman Syarif, seorang tokoh kebangsaan Malaysia.
Sultan Huzrin Hood sendiri bertindak sebagai the keynote speaker dalam kajian ini. Acara rencananya akan berlangsung di Auditorium Universitas Raja Ali Haji (UMRAH) di kawasan Dompak, Tanjung Pinang, Kepualauan Riau.
Bisa dibilang, Kesultanan Bintan Darul Masyhur kerap mengadakan acara kajian ilmiah bermutu yang berlangsung paling tidak dua bulan sekali. Kerap menghadirkan tokoh-tokoh dan ulama kaliber internasional untuk datang dan hadir di Bintan.
Seorang ulama besar dari Eropa, Shaykh Abdalqadir as sufi (1930-2021), yang wafat di Cape Town, Afrika Selatan pernah mengatakan, “Jika ingin belajar tentang ilmu Hadist (kitab-kitab Hadist), maka datanglah ke Pakistan. Tapi jika ingin belajar tentang kesultanan, maka datanglah ke Bintan,” katanya.
Padahal sosok Shaykh Abdalqadir as sufi, Radiallahuanhu, belum pernah sekalipun datang ke Bintan. Tapi beliau menyarankan murid-muridnya yang datang dari berbagai penjuru dunia seperti Jerman, Inggris, Spanyol. Perancis, Swiss, Afrika Selatan, Malaysia dan lainnya, untuk berkunjung melihat Kesultanan Bintan Darul Masyhur. Dua orang pembicara yang hadir dalam kajian ilmu tersebut, Umar Azmon Amirhasan dan Irawan Santoso Shiddiq, merupakan murid-murid dari Shaykh Abdalqadir as sufi.