Mahkamah Institute Gelar Kajian Buku ‘SULTANIYYA’

Jakarta,- Mahkamah Institute akan menggelar kajian buku karya Shaykh Abdalqadir as sufi berjudul “Sultaniyya”. Buku ini merupakan karangan dari seorang Mursyid asal Eropa yang lahir tahun 1930 dan wafat tahun 2021 lalu di Cape Town, Afrika Selatan.
Buku ‘Sultaniyya’ sendiri merupakan rangkaian yang berisikan pesan penting tentang kondisi Dinul Islam di era kini. Pasca terjadinya modernitas, pola kekuasaan Islam berjalan compang camping. Karena jamak gerakan Islam yang muncul di dalamnya, tak kunjung menohok terhadap persoalan yang berlangsung. Buku Sultaniyya memberikan diagnosa mendalam perihal kondisi yang terjadi di era modernitas ini, dan jalan keluarnya.
Buku ‘Sultaniyya’ sendiri terdiri dari 6 bab, yang terdiri dari: DIN, Daulah, Waqaf, Tijarah, As Sultan, dan Tassawuf. Shaykh Abdalqadir as sufi mendudukkan makna dan pemahaman hubungan Iman dan kekuasaan secara apik dalam buku tersebut.
Kajian ilmu itu akan diisi oleh Irawan Santoso Shiddiq, SH, yang merupakan murid langsung dari Shaykh Abdalqadir as sufi. Tahun 2018 lalu, beliau diminta langsung oleh Shaykh Abdalqadir as sufi untuk menetap selama sebulan penuh di kota Cape Town, berdampingan dengan Shaykh Abdalqadir as sufi.
“Buku Sultaniyya ini sangat penting kembali dipahami dan diajarkan, karena adanya beberapa orang yang menyimpangpan makna dan tujuannya di Indonesia,” ujarnya. Memang, dalam beberapa hal, seolah ‘Sultaniyya’ ini diidentikkan dengan urusan ‘dinar dirham’. Karena tak sedikit yang membelokkan bahwa seolah urusan jual beli (bisnis) dinar dirham dikaitkan dengan ‘sultaniyya.’ “Itu sangat jauh sekali menyimpang,” tegas Irawan Shiddiq lagi. Makanya, Mahkamah Institute berinisiatif menggelar kajian buku ini untuk memberikan pemahaman dan pelurusan atas hal-hal yang telah disimpangkan tersebut.
Kajian buku akan digelar Sabtu, 24 September 2022 di Gedung Menara 165, Jl. TB Simatupang, Jakarta. Untuk mengikuti acara ini, wajib melakukan pendaftaran lebih dulu melalui nomor HP. 0811 9200 431 (wa only).