SHAYKH ABDALQADIR AS SUFI: “TASAWUF ADALAH FUTUWA DAN MAKRIFAT BERSIFAT RAHASIA””
SUATU PENGANTAR
SEBAGAI HASIL DARI WAWANCARA
DENGAN SHAYKH DR. ABDALQADIR AS-SUFI
Disusun oleh Riyad Asvat di Cape Town pada tanggal 31 Januari tahun 2012
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia oleh Muchamad Andi Sofiyan
Kata Pengantar
Saya melakukan wawancara ini dengan Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi sebagai bagian dari penelitian saya untuk mendapatkan gelar PhD berupa tesis dengan judul: “Epistemologi Sufi Bertemu dengan Modernitas di dalam Tarekat dari Guru Sufi Abdalqadir as-Sufi.” Wawancara tersebut diterbitkan untuk kemaslahatan fukara dan siapa saja yang ingin belajar mengenai Islam dan Sufisme.
Shaykh Dr. Abdalqadir telah menunjukkan bahwa: (i) Sufisme berasal dari dalam Islam; (ii) syariat dan Sufisme sungguh-sungguh terhubung tanpa adanya pemisahan sedikit pun; dan (iii) ilmu politik merupakan unsur yang paling mendasar dari syariat.
Lebih jauh lagi Shaykh Dr. Abdalqadir telah memberi isyarat bahwa segala macam perangkat untuk menyelesaikan kunci-kunci permasalahan yang ada di masyarakat saat ini dapat ditemukan di dalam kitab Muwatta dari Imam Malik bin Anas. Pengajaran Imam Malik mengenai Amal Ahli Madinah (praktek dari tiga generasi pertama Muslim di Madinah) menghapus pemisahan antara aspek Batin dan aspek Zahir dari kepribadian manusia; memiliki metodologi untuk menentukan tingkah-laku yang benar (usul fikih); dan menegaskan hubungan antara kekuatan politik dan iman. Bagi Imam Malik, praktek atau tingkah-laku merupakan bukti adanya pengetahuan, atau dengan kata lain, Amal Ahli Madinah menjamin bahwa teori dan praktek tidak terpisahkan. Din Islam di dalam pandangan Imam Malik bukanlah sesuatu yang orang pikirkan tetapi sesuatu yang orang lakukan dan kebenaran dari din diperoleh melalui tindakan amal dan perbuatan, yang pada akhirnya mengarah kepada pengetahuan dengan tingkat yang lebih mendalam atas segala sesuatu yang telah diciptakan (makrifat).
Shaykh Dr. Abdalqadir menunjukkan bahwa ketika ada suatu pemisahan antara dimensi batin dan zahir dari kepribadian manusia, seperti yang lazim di dalam masyarakat moderen, makhluk yang bernama manusia kehilangan kontak dengan realitas (hakikat). Psikosis massa yang terjadi di masyarakat moderen tidak tinggal di dalam penerimaan orang atas versi dari penyebar propaganda dan versi yang telah dibuat fiksi oleh media atas kapitalisme dan demokrasi. Itu adalah isu sekunder. Penyebab primer atas psikosis tersebut terletak pada inti dari sistim kapitalis, yaitu kekuatan penggeraknya, yang berupa pasokan uang riba dan oligarkinya. Shaykh Dr. Abdalqadir mewakili pandangan bahwa penyebab krisis peradaban moderen adalah penolakan bimbingan Ketuhanan dan beliau telah mencurahkan segenap hidupnya untuk membuat panduan yang tersedia bagi umat manusia. Shaykh Dr. Abdalqadir adalah seorang Syaikh Tarbiyah (instruktur) dan pemimpin dari Tarekat Qadiriyah Syadziliyah Darqawiyah. Beliau adalah pendiri dari Dallas College dan Murabitun World Movement.
Riyad Asvat
20 September tahun 2013
*****
ISI WAWANCARA
Riyad: Terima kasih banyak, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi, untuk kesediaan waktu Anda. Pertanyaan saya adalah mengerucut dan mendasar tapi jangan ragu untuk meluangkan waktu saat menjawabnya.
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Saya hendak berkomentar, kalau boleh. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dari hari pertama saya menjadi Muslim sampai sekarang hanya ada satu poin saja yang mana dengan satu poin itu saya merubah posisi dan pandangan saya, dan poin itu adalah ketika saya diajak untuk ber-Khalwa oleh Shaykh al-Fayturi. Ketika saya selesai ber-Khalwa saya dalam keadaan yang boleh dibilang seperti orang kebingungan, dan saya berkata, “Apa yang harus saya lakukan?” Shaykh al-Fayturi berkata, “Setelah Engkau pergi ke Baitullah, tidak ada tempat lain untuk pergi lagi kecuali Madinah.” Sejak saat itulah, yakni satu poin yang saya maksud di atas, saya menyadari bahwa fondasi paling dasar dari Islam telah ditinggalkan.
Dalam perkara Tasawuf ada suatu hal yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa adanya pembuktian dan setiap orang setuju bahwa tidak ada Sufisme tanpa Syariat Islam. Karenanya kebenaran dari perkara tersebut adalah bahwa Islam telah ditinggalkan. Anda tidak dapat ber-Tasawuf secara penuh kecuali jika Anda menegakkan Rukun Islam. Sekarang, rukun Zakat telah runtuh, karena sekarang ini di mana saja, tidak ada satu tempat pun di mana Zakat dipungut secara paksa oleh amil Zakat. Zakat bukanlah sedekah yang diberikan secara sukarela, tetapi harus dipungut secara paksa. Itu merupakan fondasi dari negeri Muslim.
Di dalam Qur’an Allah subhanahuwata’ala berfirman: Murnikan dirimu dengan Zakat. Seperti halnya Tasawuf menjadi permurnian dari nafsu, ini bermakna Anda tidak dapat ber-Tasawuf kecuali jika Anda ber-Zakat. Sehingga dengan demikian Anda tidak dapat berbicara mengenai ‘tempat’ dan ‘maqom’, Anda tidak dapat berbicara mengenai dzauq, Anda bahkan tidak boleh berbicara mengenai fana dan baqa ketika Anda tidak mengerjakan Rukun Zakat. Anda tidak dapat memiliki Sufisme di dalam suatu rumah dengan sekat-sekat yang memisahkan. Itulah yang benar-benar menjadi poin.
Semua karya untuk menegakkan kembali rukun-rukun di dalam Fikih telah bertentangan dengan ditinggalkannya Din Islam, utamanya oleh orang Arab itu sendiri. Pembubaran dari hal itu dan pengungkapan penipuan dari ide bahwa Syiah adalah sekte Islam – ketika kenyataannya mereka anti-Islam – semuanya telah menjadi latar belakang dari aktivitas saya.
Untuk meringkas, saya akan mengatakan bahwa Tasawuf adalah Futuwa. Tasawuf bukan Makrifat. Makrifat adalah rahasia dari Tasawuf, tetapi Tasawuf itu sendiri adalah Futuwa. Tasawuf adalah pembangunan dan penciptaan perilaku yang baik di dalam jamaah. Tasawuf, tersembunyi di dalamnya adalah rahasia makrifat dan hanya Allah yang mengetahui ke mana rahasia tersebut diberikan kepada Fukara. Itulah posisi mendasar yang saya miliki: Tasawuf adalah Futuwa dan rahasianya adalah Makrifat – bukan kebalikannya seperti yang Anda dapati di anak benua dan Afrika Utara.
Imam al-Junaid biasa berkata, “Seandainya saya tahu bahwa ada ilmu yang lebih tinggi daripada Tasawuf saya akan mendatanginya dengan merangkak.” Itu adalah suatu ilmu tetapi poinnya adalah bahwa ilmu itu tidak berubah sama sekali. Ada suatu realisme di dalam diri manusia berpengetahuan bahwa manusia harus beradaptasi kepada hal-hal yang ada di depan mereka. Ada seorang Sufi besar yang tinggal dan berdakwah di pegunungan Tafialt Maroko dan dia mendengar bahwa suku di pegunungan tersebut mulai menyembah roh hewan dengan segala macam pernak-perniknya, sehingga dia bergegas untuk membersihkan semuanya. Dari mulut ke mulut berita tersebut sampai kepada Fukaha di Fes: “Oh, Sufi ini berdakwah kepada orang gunung” dan orang alim dari Fes ini berkata, “Saya mau ke sana untuk memeriksanya.” Rombongan ini adalah para alim ulama hebat dari Fes. Kemudian orang alim tersebut pergi ke gunung dan dia masuk ke dalam suatu Masjid yang tidak terlalu besar, dan salah seorang petani menghentakkan kaki dengan sepatu botnya yang berlumuran lumpur dan kotor dan solat dua rokaat, dan orang alim tersebut melihat betapa ngerinya jejak sepatu bot yang begitu banyak di dalam Masjid. Kemudian dia menemui sang Sufi dan berkata, “Saya ada di Masjid dan seorang petani datang dengan mengenakan sepatu bot! Saya kira Engkau telah mengajari mereka Islam!” Sang Sufi berkata, “Lihat sini, saya telah menghabiskan waktu dua tahun untuk membawa mereka masuk ke dalam Masjid. ANDA yang mestinya mengupayakan agar sepatu bot itu bisa dilepas!” Itulah Tasawuf. Tasawuf adalah mengetahui – Tasawuf adalah mengetahui diri. Pengetahuan akan diri bukanlah psikologinya pengikut Sigmund Freud, pengetahuan akan diri bukanlah psikiatri, pengenalan diri bersifat eksistensial.
Riyad: Tren intelektual apa yang mempengaruhi Anda untuk pindah agama ke Islam?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Ya, kita sebenarnya tidak suka dengan kata ‘pindah agama’. Muslim tidak suka kata ‘pindah agama’ karena itu artinya Anda berada jauh di luar kewajaran. Kristen adalah agama yang tidak wajar, memaksakan suatu ideologi transaksi sihir – roti dan anggur dan lain-lain. Yahudi adalah agama kesukuan sehingga murni, tetapi hanya untuk orang-orang di dalam suku itu sendiri. Saya tidak bisa ‘pindah agama’ ke dalam agama Yahudi karena saya bukanlah salah seorang dari anggota suku tersebut, tetapi Anda pindah agama ke Kristen karena Anda merubah realitas dan percaya bahwa roti adalah daging dan anggur adalah darah, sehingga Anda terpaksa harus pindah agama ke zona imajinasi.
Sekarang, Islam adalah Din Fitrah. Islam adalah transaksi yang wajar. Artinya, menjadi Muslim seperti halnya bangun dari tidur dan mengenali berbagai hal. Itu adalah pengenalan. Kita berkata bahwa Anda masuk Islam, seperti halnya masuk ke suatu rumah. Ketika Muslim menaklukkan suatu wilayah mereka berkata mereka ‘membuka’ wilayah itu kepada Islam.
Sesuai dengan pertanyaan Anda, seandainya saja saya tahu jawabannya maka saya mengetahui segala hal! Maksud saya, pada dasarnya semua hal mengerikan yang saya lakukan, semua hal menakutkan yang saya lakukan, membawa saya kepada suatu titik di mana saya harus menanyakan pertanyaan serius. Karena itu bukan karena kebaikan saya, sehingga saya dapat menjadi Muslim tetapi oleh serangkaian perbuatan salah yang begitu menakjubkan yang untuk semua itu saya sangat bersyukur!
Riyad: Bagaimana dan kapan Anda masuk Islam?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Terlalu lama untuk diingat. Hampir setengah abad lalu! Ya, saya menjadi Muslim, saya mengucapkan Syahadat, dengan bimbingan dari Imam Khatib dari Masjid Qarawiyyin di Fes dan yang menjadi saksi untuk saya adalah Shaykh Abdulkarim Daudi, sang Imam, dan ‘Allal al-Fassi yang merupakan kepala dari Partai Istiqlal di Maroko. Allal al-Fassi adalah seorang modernis dan dia adalah seorang lawan militan dari Raja. Dia berkata kepada saya, “Tidak ada hubungannya dengan para Sufi.” Saya kemudian berkata kepadanya, “Apa yang Anda katakan tentang Shaykh Muhammad ibn al-Habib?” dan kenyataannya Shaykh Muhammad ibn al-Habib telah mengajari Allal al-Fassi bahasa Arab di Qarawiyyin dan Allal al-Fassi terkenal karena bahasa Arabnya yang bagus, diskursusnya terkenal. Ketika saya menyebutkan namanya dia berkata, “Ya, beliau Shaykh Muhammad ibn al-Habib berbeda!”
Begitu pula ketika saya melihat bahwa orang-orang melihat hal-hal di luar seolah-olah ‘mereka adalah ulama’, ‘mereka adalah para Sufi’, ‘mereka adalah para modernis’ – mereka memisahkan itu semua. Tetapi kebenarannya adalah bahwa, terpisah dari Syiah, kita semua solat bersama dan kita tidak melihat diri sendiri dengan cara, seperti yang orang luar lakukan. Saya bertemu dengan beberapa orang Somalia di lain hari dan saya berkata, “Saya berdoa untuk para Sufi dan untuk para Wahabi dan untuk para bajak laut di kalangan kalian!”
Riyad: Apa alasan Anda masuk Islam?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Semua alasan yang ada di dunia. Alasan itu sendiri! Di masa muda saya bertemu dengan banyak pendeta Kristen yang sangat dihormati di dalam komunitas Kristen, salah seorangnya adalah Charles Raven, salah seorang ahli teologi Gereja Inggris. Charles Raven adalah seseorang yang sangat mempesona, dia adalah wakil kanselir dari Universitas Cambridge dan profesor di sana, dia mengatakan kepada saya bahwa dulunya dia tidak percaya pada apa pun. Dia mulai mempelajari ilmu tentang burung dan dia berkata kepada saya, “ilmu tentang burung meyakinkan kepada saya tentang keberadaan Tuhan karena saya dihadapkan dengan sesuatu yang sangat rumit, canggih, dan sinkronisitas kejadian di dunia burung sehingga tidak ada cara lain selain mengenalinya sebagai fenomena spiritual dan bersifat ketuhanan. Saya menjadi orang beriman melalui ilmu tentang burung – dan ajaran Gereja Inggris bagi saya hanya sebatas atmosfir di mana saya memenuhi tugas saya kepada Tuhan.” Saya rasa Anda dapat berkata bahwa saya melakukan hal yang sama.
Riyad: Apa yang membuat Anda condong kepada Sufisme?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Saya tidak condong kepada Sufisme. Dari dulu, saya sudah tahu bahwa Sufisme adalah inti pengetahuan di dalam Islam dan dari dulu saya sudah mengetahui bahwa Anda tidak dapat memperoleh Sufisme tanpa Islam. Dari dulu saya mengetahui Anda harus masuk Islam untuk hal ini. Orang Barat sudah lama berfikir Anda dapat memiliki Sufisme tanpa Islam – para penjahat, seperti Idris Shah dan anjing-anjing ini. Anda tidak dapat melakukannya. Anda harus masuk Islam sebab Allah berfirman di dalam al-Quran: “Masukilah rumah-rumah melalui pintu-pintunya.” Dengan demikian orang harus masuk lewat Syahadat, dan Syahadat adalah bersaksi. Artinya adalah bersaksi dan Tasawuf dilihat dari satu sudut pandang adalah menyaksikan Ketuhanan. Pertanyaan yang menarik!
Riyad: Bagaimana Anda bertemu dengan Shaykh pertama Anda?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Apabila Anda menanyakan pertanyaan tersebut, “Bagaimana Anda menemukannya?” maka biarkan saya menjawab “Saya tidak menemukannya – tetapi dia menemukan saya!” Saya mendengar bahwa ada seorang Syaikh besar di Meknes sehingga saya pergi ke Zawiyanya tetapi dia tidak ada di sana. Salah seorang dari fukara terkemukanya berkata, “Saya tahu di mana beliau berada. Beliau ada di pedesaan, beliau pergi mendatangi suatu rumah dan begini dan begitu… saya akan mengantar Anda. Kita dapat berkendara untuk berjumpa dengannya.” Dengan demikian kita berkendara selama satu atau dua jam ke pedesaan dan tiba di suatu rumah pertanian yang besar, dan baru saja kita turun dari mobil, pemilik rumah tersebut berlari menghampiri dan berkata, “Wah, kasihan! Baru saja Shaykh Muhammad ibn al-Habib pergi!” Kami sungguh kecewa, tetapi pemilik rumah berkata, “Ya sudah tidak apa-apa, masuk!” – dan selanjutnya Anda tahu keramahtamahan orang Maroko – “Masuk dan minumlah teh!” Lalu dia membawa kami masuk, dan kita duduk, sambil minum teh ketika tiba-tiba salah seorang pelayannya tergesa-gesa dan berkata, “Beliau kembali, beliau kembali! Sang Syaikh telah kembali!” dan mobil Shaykh Muhammad ibn al-Habib tiba dan beliau keluar.
Sopirnya berkata, “Saya tidak mengetahui apa yang orang ini lakukan – kami dalam perjalanan ke Meknes dan dia berkata, “Kembali!” Dan saya berkata, “Apa?” dan beliau berkata, “Saya melupakan sesuatu. Kembali.”
Itulah pertemuan saya dengannya. Beliau menemukan saya!
Riyad: Aspek mana dari pengajaran beliau yang memberi dampak terbesar bagi Anda?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Tidak ada aspek. Beliaulah yang memberi dampak terbesar. Beliau sendirilah yang menjadi dampak terbesar. Tidak ada aspek, itu adalah beliau. Aspek tersebut adalah murni, murni Islam di bawah fikih Imam Malik. Di situ tidak ada aspek. Yang menjadi dampak adalah sang Shaykh. Beliau adalah seorang yang luar biasa. Maksud saya, lagi-lagi itu adalah perkara amal. Segala sesuatunya tercermin pada tingkah-laku. Ketika Raja Muhammad V kembali berkuasa di Maroko – yang merupakah sesuatu yang diperjuangkan oleh Shaykh untuk dihadirkan kembali – semua Syaikh Sufi diberi tahu bahwa mereka harus pergi ke Rabat dan berbaiat kepada Raja dan meletakkan tangan mereka kepadanya, tetapi Shaykh ibn al-Habib berkata, “saya tidak akan pergi. Saya hanya tahu satu Raja dan saya tidak akan pergi.” Semuanya berkata kepadanya, “Baiklah, jika Engkau tidak pergi, kau akan berada di dalam masalah besar dan mungkin kau akan dipenjara,” dan beliau berkata, “Saya tidak peduli. Itu bukan urusan saya.” Beliau menolak untuk pergi, sampai-sampai semuanya berkata, “Baiklah, jika Engkau tidak pergi, bukan hanya masalah buat Engkau tapi bagi semua fukara.” Akhirnya beliau pergi.
Pada hari pertemuan di Rabat di situ ada satu ruangan aula dan semua syaikh Sufi besar tersebut dari semua tempat di Maroko di situ semuanya menundukkan leher kepada raja. Mereka duduk di situ dan di menit-menit terakhir mereka mendengar suara ketukan langkah tongkat milik Shaykh Muhammad ibn al-Habib, segera setelah beliau berada di tengah-tengah mereka, dan mereka berkata di antara diri mereka sendiri, “Ah! Beliau tiba! Kita semua tahu beliau telah tiba.” Dan beliau naik ke atas panggung. Beliau berbalik dan menyapa orang-orang. Kemudian beliau berkata, “Saya datang untuk menyapa Anda sekalian dan mendoakan agar Anda sekalian mendapat manfaat di dalam pertemuan Anda, dan saya datang untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya bahwa saya tidak bisa hadir karena ada suatu pekerjaan lain yang harus dilakukan. As-Salamualaikum.” – Maksud saya! dikatakan bahwa jagal yang baik tidak mematahkan tulang, dia memotong persendian di sekeliling tulang!
Riyad: Saya mengerti apa yang Anda maksud ketika Anda mengatakan, “Aspek itu adalah beliau.”
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Ya, begitulah cara beliau mengurusi segala sesuatu.
Riyad: Diwan dari Syaikh Anda dianggap sebagai salah satu dari naskah klasik besar mengenai Tasawuf. Berkenankah Anda menceritakan kepada kami semua mengenai hal itu?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, Diwan tersebut ditulis di dalam bahasa Arab yang sangat tinggi. Para Fukara beliau biasa mengajari anak-anak mereka bahasa Arab menggunakan Diwan beliau karena susunan bahasa Arabnya begitu tinggi. Orang yang mengerti bahasa Arab dan tidak mengetahui apa pun mengenai Tasawuf, mereka membacanya dan ambruk karena ketinggian bahasa Arabnya! Isi dan kandungannya berbicara dengan sendirinya mengenai maknanya.
Riyad: Saya tidak tahu jika Anda sudah menjawab pertanyaan ini tetapi dapatkah Anda menceritakan kepada kami semua sesuatu dari karakteristik pribadi Shaykh Muhammad ibn al-Habib?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, ketika Anda bersama dengan beliau, beliau mengingatkan Anda kepada Allah. Itulah beliau. Ketika Anda bersama dengan beliau, beliau mengingatkan Anda kepada Allah. Dan kemudian saya makan malam dengan ‘Allal al-Fasi, pemimpin politik besar ini, dan dia kemudian berkata, “Anda tahu, Engkau tidak harus memiliki seorang syaikh” dan pada saat itu seorang utusan masuk, berlutut, mencium tangan ‘Allal al-Fasi dan memberikannya satu dokumen. Saya berkata kepadanya, “Tapi Tuan, Anda adalah seorang syaikh! Tetapi Anda adalah syaikh dari dunia ini, dari dunia tersebut, dan dia adalah syaikh dari pengetahuan. Anda tidak dapat berkata ‘Anda tidak harus memiliki seorang syaikh’. Sebabnya adalah bahwa ketika saya melihat Anda, Anda mengingatkan saya pada semua krisis dunia. Sedangkan ketika saya melihat beliau, beliau mengingatkan saya kepada Allah.” Lagi, dikatakan di dalam Diwan, “Syaikh mengingatkan orang kepada Allah” dan Quran berkata: “Ketika Anda lupa, ingatlah.”
Riyad: Ceritakanlah kepada kami periode di antara meninggalnya Shaykh Muhammad ibn al-Habib dan pertemuan Anda dengan Syaikh kedua Anda.
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Hal yang menarik mengenai Syaikh kedua saya adalah bahwa Shaykh Ibn al-Habib menemukan saya dan Shaykh al-Fayturi menemukan saya. Kami berada dengan satu komunitas Muslim baru di Bristol Gardens di London ketika satu mobil diplomatik yang luar biasa hitam tiba di luar pintu dan melangkah keluar darinya seseorang dari kedutaan besar Libya. Orangnya masih muda dan berkata “Saya telah datang dari Syaikh saya. Kami mendengar mengenai Anda dan dia mengirim saya untuk pergi dan menemui Anda dan mengatakan kepada Anda: ‘Datang dan kunjungi saya.” Kami memiliki beberapa koneksi setelah itu dan kemudian saya memutuskan untuk pergi dan mengunjunginya. Tetapi dia mengirim seseorang untuk menjemput saya, dan ketika dia datang saya berbalik kepada Hajj ‘Abdalaziz, rahimahullah dan berkata, “Dia datang untuk menjemput saya!” Dari situ saya menuju Benghazi – Benghazi yang sangat berbeda dari yang kita punya sekarang.
Riyad: Ini adalah suatu aspek yang tidak banyak ditulis mengenai hal tersebut yang dapat saya temukan. Pertanyaannya adalah: dapatkah Anda menguraikan secara ringkas bagi kami semua prosedur dari Khalwa?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Sama sekali tidak! [tertawa] Tidak! Tidak.
Riyad: Pertanyaan berikutnya adalah: dapatkah Anda mengatakan kepada kami tentang Fana?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Tidak. Anda lihat… ada hal-hal yang tidak Anda bicarakan. Ada dua baris dari Diwan di mana Shaykh ibn al-Habib berkata, “Ya talibal fana fillah, qul da’iman ‘Allah, Allah.’ Wa ghib fihi an siwahu, wasyhad bi qalbika Allah.” Itulah jawabannya. Itu adalah Diwan. Ada suatu Adab mengenai itu Anda lihat. Mereka berkata bahwa jika Anda berbicara mengenai seorang wanita cantik di depan laki-laki lain, Anda menghina wanita itu. Tidakkah itu benar? Anda membuat wanita itu menjadi murah. Pertanyaan berikutnya!
Riyad: Nasihat apa yang Syaikh Anda berikan, Shaykh al-Fayturi, berikan pada Anda ketika Anda menjadi seorang Syaikh?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Beliau berkata, “Sekarang, tidak ada tangan di atas tanganmu.” Hanya itu yang beliau katakan. Dan beliau mengatakan ucapan yang luar biasa sebagai berikut: “Setelah Engkau pergi ke Baitullah, ke mana lagi Engkau pergi selain ke Madinah?” Dengan demikian Anda harus menuju kepada dasar-dasar DIN. Itu saja.
Riyad: Bagaimana Anda sampai kepada kesimpulan bahwa Amal Penduduk Madinah adalah ungkapan terbaik Islam atau praktek Islam?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, itu adalah suatu sumber Anda lihat. Ada suatu gerakan yang disebut Salaf. Dengan kata lain, mereka mengikut komunitas awal Islam, tetapi kebenaran dari perkara tersebut adalah bahwa Salaf adalah penduduk Madinah. Orang yang menyebut diri mereka Salaf bukanlah Salafi karena sebenarnya mereka mengikuti Ibn Taymiyyah, yang merupakan seorang ulama besar jaman pertengahan, tetapi Pengajaran Madinah adalah pengajaran Imam Malik. Dengan kata lain Imam Malik bukanlah ‘bapak dari suatu Madzhab, dari suatu pengajaran, beliau adalah Imam Darul Hijrah. Imam Malik adalah salah seorang yang mewujudkan semua pengajaran ilmu Madinah. Madinah bermakna ‘Kota DIN, tempat DIN, tempat dari agama itu sendiri. Saya tidak harus mempertahankannya – Ibn Taymiyyah, yang kenyataannya adalah seorang Hanbali, menulis suatu naskah yang sangat penting yang disebut ‘Keutamaan Amal Penduduk Madinah di atas semua aliran’ – jadi beliau adalah hujjah saya!
Riyad: Berkenankah Anda untuk mengatakan bahwa Gerakan Dakwah Murabitun tumbuh dari pemahaman Anda mengenai Amal Penduduk Madinah?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Tidak, itu sungguh tumbuh dari energi. Itu tumbuh dari Fuqara. Itu tumbuh dari orang-orang yang telah masuk Islam dan menjadi bagian darinya, dan melalui dukungan kuat dari Muslim yang sudah ada di situ yang senang dengan apa yang mereka lihat. Kita memasuki arus dari sesuatu yang sudah ada di sana. Sekutu terkuat saya dari dulu sampai sekarang adalah orang Punjabi, jadi sudah dari dulu dan sampai sekarang masih. Mereka adalah orang dengan DIN yang kuat dan karakter yang kuat. Misalnya Kolonel Rahim, rahimahullah, yang menulis ‘Yesus, Nabi Islam’. Mirza Rashid, sang pengacara – Punjabi. Saya selalu mendapatkan dukungan-dukungan ini. Maksud saya, DIN kuat di anak benua. Sekarang pada dasarnya telah hilang dari orang Arab. Telah pergi.
Riyad: Apa yang Anda anggap sebagai prioritas dari Gerakan tersebut?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Tinggal bersama, saling menolong, dan tidak berkelahi. Itu semua prioritas! Gerakan tersebut adalah suatu elit, dan dengan demikian mereka memiliki kewajiban untuk tidak berkelahi satu sama lain. Hanya itu satu-satunya cara agar dapat tumpah ke luar dan memperkuat orang lainnya.
Riyad: Anda telah berulang kali berkata bahwa masyarakat saat ini, berdasarkan pada fondasinya di atas modernitas, pada akhirnya harus atau tidak dapat dihindari, hancur.
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, dapatkah saya merubah itu? Tidakkah terlihat seolah-olah itu sudah hancur! Itu bukan nubuat, ada di dalam pemberitaan! Anda melihatnya setiap hari.
Riyad: Bagaimana Anda berfikir Islam dapat menyelamatkan umat manusia dari kemusnahan yang dibawa oleh modernitas?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, Rasul, sallallahu ‘alayhi wa sallam, bersabda, “Setiap jaman, dari jaman di mana saya hidup sampai akhir waktu, akan menjadi lebih buruk ketimbang jaman yang sebelumnya.” Dan beliau bersabda bahwa di akhir Anda tidak akan menemukan siapa pun yang akan mengatakan La ilaha illallah. Terjadi penurunan, kita tidak percaya pada akhir yang bahagia. Akhir yang bahagia adalah untuk kehidupan yang berikutnya, tetapi dunia terus menurun – entropi. Tetapi Rasul, sallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda bahwa seandainya Hari Kiamat tiba pada saat Anda sedang menanam pohon, teruslah menanam pohon. Itulah Tasawuf. Itulah cara Anda berhubungan dengan realitas. Kelompok Syiah-lah yang memiliki suatu akhir bahagia yang apokaliptik dengan adanya malaikat yang turun dan setiap orang bahagia dan Imam Mahdi kembali dan semua bergembira – itu omong kosong. Kita bukanlah para penganut utopia atau para peramal masa depan. Kita berurusan dengan saat ini, bukan masa depan. Satu-satunya hal yang mendorong adalah ketika bahwa hal itu terjadi atau tidak pernah terjadi, yang sudah jelas terjadi adalah situasi seburuk ini!” Maksud saya, Tacitus berkata jaman dia hidup adalah “jaman yang paling mengerikan. Kita baru saja hidup melewati jaman yang paling jahat, tidak ada yang bisa menjadi seburuk ini!” Mereka mengatakan itu di dalam Renaisans. Dan mereka masih mengatakannya, jadi kita harus memahaminya dengan itu. [tertawa dan berhenti sejenak] Seseorang harus menjadi orang yang optimis untuk jangka panjang dan seorang yang pesimis untuk jangka pendek.
Riyad: Peranan apa yang dapat dimainkan oleh Gerakan Murabitun di dalam kebangkitan Islam?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Diri mereka sendiri. Anda lihat, hal terbesar yang dapat Anda lakukan adalah menghasilkan pria dan wanita berkualitas. Anda perlu ragi, dan ketika Anda memiliki ragi, Anda harus menaruhnya di dalam roti. Selalu sama di setiap jaman dan setiap tempat. Orang-orang berpengetahuan mengangkat segala sesuatu di sekeliling mereka, dengan menyebut hal-hal dengan tepat, bukan dengan ideologi.
Riyad: Bagaimana Anda memahami apa yang disebut ‘krisis finansial global?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Riba. Itulah riba. Riba mengambil kelebihan di dalam pengembalian. Riba bertentangan dengan kodrat. Kita sebenarnya tidak perlu sampai harus membawa Islam untuk mengatakan kepada kita mengenai hal tersebut karena orang Kristen sudah memilikinya. Riba bersifat ‘contra naturam’ – melawan kodrat. Ada jumlah terbatas dari hal-hal di dunia sehingga Anda tidak dapat terus-menerus meningkatkannya setiap kali Anda mempertukarkan sesuatu. Itu tidak mungkin. Inilah yang terjadi sekarang dan itu melawan kodrat. Sebutlah itu kapitalisme, sebutlah itu, seperti halnya Marx, yang telah dibayar oleh keluarga Rothschild, lakukan – ‘nilai surplus’ – ini adalah kata-kata sopan. Ini adalah seperti ‘penafsiran’. Ketika Anda melakukan sesuatu yang keji Anda menggunakan perkataan sopan untuk itu, tetapi itulah riba. Tidak ada krisis global. Anda hanya tidak bisa meminta sesuatu secara terus-menerus lebih dan lebih lagi setiap kali Anda melakukan suatu pertukaran. Dan mereka mengetahui itu karena bahkan untuk berurusan dengan krisis tersebut mereka harus mengurangi bunga menjadi setengah persen seolah-olah itu hanyalah suatu krisis yang tidak beruntung dan segera setelah krisis berakhir mereka akan mulai mengambil semua itu kembali.
Itulah riba. Tetapi melanjutkan praktik riba adalah kegilaan, itulah psikosis. Riba itu sendiri adalah penipuan yang bersifat matematis, tetapi mempraktekkannya adalah psikosis. Riba bukan cerdas. Itu adalah bentuk kegilaan karena Anda mempercayai sesuatu yang Anda ketahui tidak benar yang mana merupakan arti dari kegilaan. Itu bukan berarti Anda tidak tahu. Anda tahu dan Anda masih berperilaku dengan cara itu. Jadi apa yang mereka sebut ‘kapitalisme’ adalah riba dan apa yang mereka sebut ‘riba’ adalah suatu jenis kegilaan. Itu memiliki suatu psikologi, itu adalah suatu psikosis – suatu psikosis yang rakus! Orang gila biasanya semakin lama semakin kurus bukan? Kurus. Tetapi pelaku riba semakin lama semakin gemuk! Ini adalah suatu psikosis yang sangat istimewa.
Riyad: Peranan apa yang dimainkan oleh perdagangan dan jual-beli di dalam suatu masyarakat Islam?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Islam ADALAH jual-beli dan perdagangan. Ada dua kontrak bisnis: satu dengan Tuhan, dan satu dengan manusia. Yang pertama adalah La ilaha illallah, dan itulah ibadah, menyembah Tuhan – dan itulah kontrak primer. Kontrak sekunder adalah perdagangan, pertukaran, dan pertukaran tersebut harus mengikuti aturan, termasuk semua aturan yang mencegah riba. Imam Malik berkata, “Tidak boleh ada riba bahkan sebesar sejumput rumput kering.” Itulah Syahadat kedua: Muhammad Rasulullah – dan itulah perdagangan. Itulah jawabannya. Islam tidak lain adalah transaksi. Transaksi dengan Allah – ibadah, transaksi di antara sesama manusia dan pertukaran barang adalah fikih. Islam tidaklah rumit, Anda lihat. Bagian dari psikosis orang moderen adalah bahwa mereka telah membuat segala sesuatu rumit. Semua transaksi hari ini dan sekarang orang melihatnya, orang sederhana sekarang melihatnya. Orang-orang di jalanan Athena dan New York dan Tel Aviv dan Paris dan London yang terlibat kerusuhan telah melihatnya. Mereka tidak bodoh, tetapi kegilaan terus berlanjut… sedikit saja sebagai contoh!
Riyad: Anda sangat aktif dengan pencetakan koin emas dan perak. Apa signifikansi dari koin-koin ini?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Alasan saya meninggalkan Kristen adalah karena orang kristen berkata bahwa ketika Anda mengambil roti ini, maka itulah daging – hic est corpus – dan anggur adalah darah Yesus, Allah memaafkan kita. Para pendeta memerintahkan suatu penyelidikan di Spanyol semacam hal jika Anda tidak mempercayai ini mereka menyiksa Anda dan membakar Anda. Tetapi para petani memiliki suatu ungkapan – mereka berkata, “Orang ini waras: dia menyebut roti, ya roti dan anggur, ya anggur.” Yang bermakna bahwa dia tidak menceritakan kebohongan para pendeta bahwa roti dan anggur adalah daging dan darah Yesus. Dia menyebut roti, sebagai roti dan anggur, sebagai anggur – bukan roti sebagai suatu sakramen dan anggur sebagai suatu sakramen.
Sama juga dengan orang-orang yang memperdagangkan barang yang tidak ada di situ. Apa yang orang kristen lakukan dengan roti dan anggur, melalui para pendeta yang memerintah Eropa selama tiga, empat ratus tahun, sekarang para bankir melakukannya dengan uang. Mereka menyebut kertas, sebagai emas. Mereka menyebut plastik, sebagai ‘kartu emas’. Itu gila. Itu plastik, itu sampah! Segala sesuatu dikecoh dari atas sampai ke bawah. Tetapi emas adalah emas. De Gaulle berkata, “Setiap orang mengetahui bahwa emas memiliki nilai.” Dia adalah orang yang rendah hati dan saat dia mengatakan itu mereka menyuruh agar dia dilempar ke luar. Dia adalah presiden besar Perancis yang berkata bahwa mereka harus berhenti menggunakan dollar dan menggunakan emas dan dalam waktu satu tahun mereka menyuruh agar dia dilempar ke luar dan diasingkan di Irlandia. Setelah itu yang mengambil tempatnya adalah seorang anggota dari keluarga Rothschild, Mr. Pompidou. Jadi … saya tidak sendiri! De Gaulle adalah saksi saya! Emas adalah emas. Itulah praktek dari Penduduk Madinah. Itulah Sunnah. Itulah praktik dari Muslim dan senantiasa seperti itu.
Saudaranya Parvez Tariq, yang berasal dari Punjab, sedang membuat koin dan dia menggunakan cap yang digunakan oleh kaisar Mogul Shah Jahan untuk Dinar di Kekaisaran Mogul. ‘Seperti biasa’. Kita hanya perlu membuka toko, itu saja! Semakin menarik.
Riyad: Apa alasan mendirikan Dallas College?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, sebatas edukasi, karena orang diajari sebatas keluar untuk menghasilkan uang untuk orang lainnya dan mereka sendiri akan mendapat imbalan kecil sementara orang yang lain ini akan mendapat milyaran dan trilyunan. Saya menginginkan beberapa orang yang mengetahui siapa mereka dan di mana mereka berada dan apa yang mereka lakukan. Dengan demikian ada banyak hal berbeda untuk dipelajari. Kurikulum kita tidaklah sama dengan yang ada di Universitas Cape Town atau Cambridge atau Oxford karena mereka telah berhenti mengajar. Tidak ada pengajaran mengenai apa yang terjadi di dunia. Maksud saya, suatu aspek menarik dari hal ini adalah bahwa saya sedang menulis suatu buku mengenai para penulis politik Romawi, dan saya menemukan bahwa semua komentar penting telah ditulis oleh perempuan. Penjelasan saya adalah bahwa laki-laki berfikir, “Ini benar-benar tidak berguna dan tidak seorang pun yang memperhatikan ini, sehingga para perempuan dapat bermain dengan itu seperti yang biasa mereka lakukan dengan bordir dan rajut.” Dan sekarang kita mendapatkan buku-buku spektakuler ini ditulis oleh para cendekia perempuan yang cemerlang karena laki-laki tidak melihat lebih jauh di dalamnya. Mereka tidak meriwayatkannya kepada apa yang mereka sebut ‘dunia luar yang sesungguhnya’ tetapi faktanya itulah satu-satunya hal yang benar-benar meriwayatkan kepada dunia luar yang sesungguhnya. Itu bukanlah suatu kecelakaan sehingga komentar-komentar yang ada ditulis oleh perempuan karena itu adalah suatu bukti bahwa perempuan lebih bebas ketimbang laki-laki di dalam masyarakat kita. Perempuan lebih nyata. Apakah itu masuk akal? Itu sangat menarik. Buku-buku tersebut sangat bagus… bukan satu atau dua tetapi saya memiliki lima buku yang ditulis oleh cendekia perempuan dari California sampai Durham dan Cambridge dan universitas lucu lainnya, tetapi tulisannya spektakuler – mengenai Romawi kuno.
Dan laki-laki? Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Mereka mendapati para politisi ini dan hanya melihatnya. Maksud saya, Presiden Republik Perancis tampil di televisi tadi malam untuk mengatakan kepada orang-orang, “Saya akan menyelamatkan krisis finansial yang mengerikan ini. Saya akan meningkatkan pajak pertambahan nilai Anda – sehingga setiap kali Anda membeli sesuatu harganya naik 20%.” Jadi setiap kali Anda membeli sesuatu, 20% dari uang itu, Anda berikan kepada para bankir! Anda lihat? Pada saat yang sama, uang itu tidak akan digunakan untuk rumah sakit Anda dan pendidikan Anda dan universitas Anda, uang itu akan pergi ke bank. Dia sudah gila! Saya tidak perlu menjelaskan segala sesuatu – tetapi mereka memiliki banyak penjelasan untuk dilakukan.
Riyad: Peran apa yang Anda bayangkan untuk universitas Islam tradisional seperti Qarawiyyin, Az-Zaytuna dan al-Azhar?
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, Qarawiyyin di Fes memiliki suatu tradisi besar di dalam mengajarkan bahasa Arab. Al-Azhar: Sa’id Ramadan yang merupakan teman saya, yang menikahi anak perempuan Hasan al-Banna, pendiri Ikhwan al-Muslimun, dia memiliki intelek bermutu tinggi. Dia disiksa dengan sangat mengerikan oleh orang-orangnya Nasser. Dia biasa berkata kepada saya, “Jangan cemas, saya bisa mendapatkan untuk Anda suatu fatwa untuk apa pun dari al-Azhar. Mereka akan membuat segala sesuatu halal. Segala sesuatu yang Anda perlukan, mereka akan memberikannya pada Anda!” Jadi, Anda tahu, itulah pendirian yang mereka miliki karena mereka telah sedemikian rupa menghianati diri mereka sendiri pertama kepada Nasser kemudian kepada Sadat, kemudian kepada Mubarak, dan sekarang, Anda tahu, Ikhwan al-Muslimun diri mereka sendiri telah menjadi diktator dari pilihan. Al-Azhar telah menjadi institusi yang sangat besar dan Shaykh ‘Illish adalah penjaga Fiqih Imam Malik dan dia menghalau semua modernis ini di jamannya. Dia menghalau mereka semua dengan pedangnya. Dia mengejar mereka di sepanjang lorong Al- Azhar dengan pedangnya!
Qarawiyyin memiliki suatu tradisi besar dan ada tempat-tempat di Sahara, di Aljazair dan di Tafialt di Maroko di mana mereka mengajarkan DIN yang benar-benar sangat murni, begitulah pastinya. Saya tidak dapat menjawab untuk Pegunungan Himalaya. Jadi semuanya di situ. Tetapi dunia Arab kehilangan, Anda lihat.
Riyad: Itu adalah terakhir dari duapuluh-lima pertanyaan saya!
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Duapuluh-lima pertanyaan! Apakah saya mendapat hadiah?
Riyad: Pertanyaan keduapuluh-enam seharusnya menjadi ‘Bagaimana Anda menanyakan pertanyaan yang benar?’ Saya perlu mempelajarinya.
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah mari kita kembali ke Dallas College, Anda lihat. Jika Anda ingin memahami Australia, Anda harus membaca karya D.H. Lawrence ‘Kangaroo’ dan jika Anda ingin memahami Perang Dunia II maka Anda harus membaca karya Malaparte ‘The Skin’ – ‘La Pelle’. Karya-karya ini yang menerangi Anda. Sama juga dengan Ernst Junger. Jika Anda ingin memahami krisis pemikiran modern Anda harus membaca Ernst Junger karena dia telah melihat ke dalamnya dengan sangat mendalam. Buku-buku demikianlah yang telah ditaruh pada orang-orang. Anda tidak dapat memahami Australia jika Anda bicara demografi dan perdagangan atau bahkan antropologi – yang tidak memahamkan apa pun, tetapi jika Anda membaca ‘Kangaroo’, dengan imajinasi, bukan sebagai suatu reportase, maka Anda memahami hubungan orang Australia kepada daratan tersebut.
Riyad: D.H. Lawrence membuat jengkel banyak orang Australia karena mereka tidak suka dengan apa yang dia tulis. Mereka berkata bahwa dia hanya tinggal sebentar.
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Baiklah, maksud saya, Anda hanya perlu bersama dengan satu orang selama satu menit untuk mengetahui siapa orang itu, jadi berapa lama Anda harus tinggal di suatu negeri? Seribu tahun? Dalam satu menit Anda tahu dengan pasti. Tetapi Lawrence adalah orang besar dan dia melihat. Tidak perlu waktu lama untuk melihat, dan dia memahami sesuatu, Anda lihat, dan itu adalah mengenai hubungan antara daratan tersebut dan orang-orangnya. Ada dislokasi di situ yakni krisis Australia, bukan Indonesia. Dan itu tidak akan menjadi Cina. Semuanya tetap harus berurusan dengan hal yang sama.
Lawrence membuat jengkel banyak orang Inggris juga, untuk alasan yang sama! Dia tinggal di situ selama beberapa jaman dan mereka masih tidak menyukainya. Dia adalah penulis besar dan bukunya ‘The Fantasia of the Unconscious’ adalah suatu buku yang sangat penting.
Seharusnya orang Australia mungkin perlu bertanya mengapa dia pergi. Mungkin itu adalah pertanyaannya.
Riyad: Mereka tidak berurusan dengan isu yang sesungguhnya. Sekarang mereka membolehkan orang Amerika untuk membuka pangkalan militer di Darwin dan alasan untuk itu adalah bahwa mereka berkata orang Asia akan menyerbu.
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi: Ya, tetapi Anda tahu, jika Anda ingin melindungi diri Anda sendiri, Anda jangan menyuruh seorang pecandu alkohol yang pincang untuk melindungi Anda. Anda suruh seorang Samurai! Mereka tidak dapat mempertahankan diri mereka sendiri. Pangkalan militer tidak akan membantu Australia lagi seperti halnya semua pangkalan militer di USA telah menghentikan Meksiko menyerbu negeri tersebut secara sistimatis selama limapuluh tahun terakhir. Ketika pertama kali saya pergi ke Amerika di situ ada kegembiraan besar di Texas mengenai restoran baru yang disebut Texmex di mana mereka melayani setengah makanan Texas dan setengah makanan Meksiko. Sekarang Anda memiliki restoran-restoran ini di perbatasan Kanada. Mereka berkata “Oh, kita memiliki kesulitan dengan geng Meksiko ini di Los Angeles dan Arizona” tetapi mereka bukan geng sama sekali. Mereka adalah tentara tingkat lanjut dari Meksiko! Mereka adalah suatu kekuatan penyerbu yang menduduki. Orang idiot tidak menyadari bahwa mereka adalah tentara. Mereka bertato, mereka bersumpah setia dan ada kepemimpinan – tidak seperti Amerika. Mereka telah benar-benar mengambil alih negeri tersebut selangkah demi selangkah. Itu sangat menarik. Lagi, jika Anda ingin memahami Meksiko maka Anda harus membaca karya D.H. Lawrence ‘Plumed Serpent’. Dan jika Anda ingin memahami Inggris Anda harus membaca ‘Lady Chatterley’s Lover’. Semua krisis dari konflik kelas ada di sana. Itu cemerlang.
Maksud saya, saya tidak suka Lawrence, tetapi janganlah Anda tidak menyukai dokter Anda ketika dia memberikan Anda obat. Jika Anda tahu dia akan mendiagnosa secara benar maka Anda akan menurut kepadanya. Bukanlah seorang intelek jika ‘saya tidak suka wajah si dokter’, maka ‘saya tidak suka obatnya’. Maksud saya, saya akan lari jika Lawrence datang ke ruangan tersebut karena dia pastilah seorang monster, tetapi Tuhanku, dia melihat apa yang terjadi. Walaupun, dia sama sekali tidak mengerikan.
Mari kita baca Al-Fatihah.